Sabtu, 27 Februari 2016

GPAY beri santunan kepada 21 santri anak yatim di Lanbulan

hari sabtu pagi tadi 27/02/16, Gerakan Santunan Anak Yatim (GSAY) korda Sampang tadi pagi memberi santunan kepada 21 santri di Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan Desa Batorasang Kec. Tambelangan Kab. Sampang. penyerahan diberikan kepada 21 santri tersebut bersamaan dengan acara wisuda santri program amtsilati. H. Tohir sebagai ketua GPAY kab. sampang menuturkan bahwa pemberian santunan ini insya Allah akan diberikan setiap bulan.

Senin, 22 Februari 2016

Tahun 2016 Amtsilati Lanbulan akan mewisuda 128 santri

amtsilati Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan akan mewisuda santri sebanyak 76 santri putra 52 putri yang akan dilaksanakan pada hari sabtu 18 Jumadal ula 1437 H yang bertepatan dengan tanggal 27 Februari 2016.
momen ini sangat ditunggu tunggu oleh calon peserta amtsilati yang akan di nobatkan sebagai peserta yang telah lulus dalam mengikuti program amtsilati.
pelaksanaan wisuda yang ke 7 bagi santri putra dan yang ke 5 ini insya Allah akan dihadiri langsung oleh KH. Taufikul hakim yakni muallif (pengarang) kitab amtsilati dari jepara jawa tengah.
sekitar 1.200 undangan dari unsur wali santri, alumni dan simpatisan akan menghadiri acara tersebut kata panitia wisuda saat di konfirmasi oleh Redaksi Lanbulan online.
semoga acara wisuda tahun ini akan lancar dan meriah tentunya penuh barokah.

Kamis, 18 Februari 2016

ketaatan santri kepada sang guru

Suatu ketika ada seorang anak kecil kira² berumur 9 tahun pergi nyantri ke Hadratussyekh KH. Kholil Bangkalan Madura.
Melihat keadaan bocah kecil ini Kyai Kholil tidak langsung mengajar ngaji karena khawatir tidak kerasan. Sambil menunggu si bocah merasa betah, Kyai Kholil memberi tugas pada si santri kecil ini untuk membersihkan daun mangga yang jatuh dari pohonnya di depan ndalem Kyai Kholil.
Si bocah ini menjalankan perintah gurunya dengan senang hati.

Pada suatu malam turunlah hujan begitu lebat, Kyai Kholil keluar dan duduk di teras rumah. Dilihatnya ada seorang anak yang tetap berhujan-hujanan di bawah pohon mangga menjaga daun mangga yang jatuh ke tanah untuk langsung dibersihkan.

Seketika itu Kyai Kholil memanggil anak tersebut, betapa kagetnya Kyai Kholil ternyata dia adalah anak kecil yang diberi tugas membersihkan daun mangga bila ada yang jatuh dari pohonnya itu.

Melihat kejadian tersebut Kyai Kholil berkata kepada si kecil yang bernama Abbas itu,
"Wahai Abbas sekalipun engkau masih kecil belia tapi engkau memiliki ketaatan sungguh² kepada guru. Oleh karena itu cukup untuk kamu ngaji di sini sekarang."
Kyai Kholil bertakbir keras, "Allâhu Akbar... Allâhumma sholli 'alâ Sayyidinâ Muhammad. Pulang...!! Mengajar...!! Ilmunya ditanggung Kholil...!!"

Seketika itu pula Kyai Kholil meminta Abbas kecil menengadah ke langit dengan membuka mulut dan Kyai Kholil meludahi mulut Abbas kecil, maka pulanglah Abbas kecil dengan derai air mata karena tak kuasa meninggalkan guru yang dicintai dengan amanah yang dibanggakannya.

Subhânallah... Jadilah Abbas seorang kyai besar berpengaruh di Banyuwangi dengan santri yang luar biasa hingga sekarang.

'Mencari ridlo Guru' itulah rahasia besar kesuksesan ulama terdahulu, yang makin terlupakan sekarang.
Di samping keikhlasan sang guru itu sendiri tentunya yang juga makin jarang kita temukan sekarang.

Sabtu, 13 Februari 2016

1.727 Santri Lanbulan melaksanakan ujian diniyah cawu ke 2 tahun 2016

1.107 santri putra 620 santri putri Madrasah Diniyah miftahul ulum Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan desa batorasang kec. tambelangan kab. sampang madura menjadi peserta Ujian Diniyah cawu ke 2 tahun 2016. sudah hari ke 3 santri telah mengikuti ujian dengan baik dan tanpa ada kendala. kegiatan ini akan berakhir pada hari sabtu depan. kurang lebih 21 ruang lokal bagi putra dan 7 ruang lokal bagi peserta putri.
harapan para santri semoga hasil ujiannya cawu ke 2 ini berjalan lancar dan membuahkan hasil nilai yang memuaskan.