Senin, 22 Maret 2021

Kebebasan Bersuara Dalam Islam

 







Kebebasan Bersuara
Dalam Islam

Oleh: Cholilur Rohman Fauzi, Lc
Alumnus:
- Universitas Al-Ahgaff Hadromaut Yaman
- PP. Al-Mubarok Lanbulan Sampang


Bebas. Begitulah yang dipersepsikan oleh masyarakat negeri-negeri berasas sistem demokrasi, termasuk negeri tercinta Indonesia. Segala bentuk aspirasi seakan mendapat ruang yang terlampau luas dan pintu terbuka selebar-lebarnya untuk disajikan di meja publik. Juga beragam media pun dengan leluasa bisa mengorek dan publikasikan hal-hal yang sebelum era demokrasi ini masih dianggap tabu-terlarang untuk dipublikasi. Namun yang disayangkan, betapa sering kali kebebasan dijadikan sebuah alasan untuk melegitimasi suatu tindakan yang dilakukan seseorang, entah itu ekuivalen dengan aturan sistem demokrasi yang sedang dianut atau malah membenturnya sama sekali. Yang perlu disadari adalah, bahwa setiap yang namanya sistem tentunya memiliki dasar aturan kukuh sebagai pijakan mengikat dalam menjalankan permainan sistem itu, dan jika terjadi penyalahgunaan, mis-aplikasi pada aturan atau melampaui domain dasar aturannya jangan pernah berharap sistem tersebut akan memainkan peranannya sebagaimana dicanangkan. Tak terkecuali sistem demokrasi, sebuah sistem bernegara yang selama ini kian nyaring digaungkan bahkan diimplementasikan dunia dan diimpikan akan membawa kehidupan yang dirasa telah mengalami dekadensi dan chaos menuju kepada gerbang perbaikan baldatun thayyibatun wa rabbun ghafur, tidak mungkin bisa lepas dari dua faktor dasar primer konstruksinya, pertama kebebasan (al-hurriyah, liberty, freedom, liberalisme) dan kedua ialah kesetaraan (al-musawah, egalitarianisme).

Ibarat sebuah koin uang logam, kebebasan dan kesetaraan dalam kontruksi sistem demokrasi merupakan dua bagian mata uang logam, sedang sistem demokrasi sendiri adalah wujud dari koin uang logam tersebut dengan nilai nominal yang dimilikinya. Jadi, memisahkan salah satu bagian mata uang logam itu dari yang lainnya akan merusak eksistensi nilai nominal pada dirinya dan menjadikannya bukan lagi sesuatu yang berharga. Sama halnya dengan sistem demokrasi, untuk mengukuhkannya sebagai sistem adiluhung yang akan memainkan peranannya secara ideal-proporsional, meniscayakan dua faktor dasar kontruksinya ini selalu saling melengkapi dan beriring-bergandengan serta tidak abai terhadap salah satu dari keduanya. Dengan demikian, demokrasi diharap akan menuai kejayaannya.

Terkait term kebebasan, mungkin dalam benak kita terbersit bahwa secara konotasi kebebasan merupakan bentuk reaksi perlawanan untuk menghadapi sistem kesewenang-wenangan, diktator, tirani dan despotik. Hal ini pun didukung oleh isu-isu kontemporer mengenai tuntutan hak kebebasan terhadap adanya sistem tirani tersebut. Akan tetapi, sebagaimana diungkapkan Dr. Muhammad Imarah dalam tesis masternya "al-Muktazilah wa Musykilat al-Hurriyah al-Insaniyah" (Muktazilah dan Problematika Kebebasan Kemanusiaan), dalam literatur-literatur pemikiran Islam klasik, kita tidak akan menemukan term kebebasan yang bersanding dengan term tirani dan sewenang-wenang. Melainkan, kita akan dikenalkan dengan isu yang familiar saat itu dengan term al-Ikhtiar (free will) yang dikelindankan bersama term al-Jabr (fatalisme, predestinasi) dan tak lebih dari sekadar isu-isu teologis. Darinya, tak sedikit dari sejumlah peneliti yang terjebak dalam pusaran kesalahan dan berasumsi bahwa dalam Islam tidak pernah ditemukan sebuah tesis pun yang memadukan antara term al-Ikhtiar, sebagai isu teologis, dan berkelindan dengan term kebebasan secara global. Padahal, lanjut Dr. Imarah, diantara keduanya begitu erat sekali kaitannya, terlebih ketika ditinjau dari esensi-definisi masing-masing. Hanya saja telah terjadi sedikit perkembangan dan pergeseran makna konotatif, yakni jika dahulu domain term ikhtiar hanyalah dalam konteks personal, namun beda halnya term kebebasan saat ini yang domainnya meliputi konteks komunal dan global. Darinya dapat dikatakan, isu ikhtiar dahulu merupakan preseden atas munculnya isu kebebasan masa kini.

Islam sebagai suatu agama tentunya dilengkapi perangkat untuk mengidentifikasi status segala sesuatu, termasuk kebebasan bersuara. Dasar-dasar ideologis dan prinsip-prinsip yuridis begitu kuat mengakar yang menjadi instrumen pemegang otoritas menentukan setiap kebijakan yurisprudensi Islam.

Secara sederhana, kebebasan bersuara merupakan hal prioritas dan obyek tujuan (maqashid) syariat Islam yang berada dalam ruang amanah (bonafide), tanggung jawab, koreksi diri dan pengawasan Allah swt, demikian dikatakan Dr. Achmad al-Raisuni, seorang “juru bicara” Al-Syatibi (Ibrahim ibn Musa, penggagas konsep Maqhasid al-Syari'ah berkebangsaan Sativa, Granada-Spanyol), dalam makalahnya Hurriyatu al-Ra'yi wa al-Ta'bir fi al-Islam (kebebasan berpendapat dan bersuara dalam Islam) yang kemudian dikodifikasi dalam buku kompilasi makalah-makalahnya berjudul al-Ummat Hiya al-Ashlu (Masyarakat adalah Prioritas). Kebebasan bersuara tak lebih adalah sebuah praktik konkret dari manifestasi konsep global kebebasan, kemuliaan dan kehormatan. Kebebasan bersuara dalam Islam bukan semata hanya urusan mengklaimnya dengan boleh, sunnah atau wajib, akan tetapi jauh sebelum itu ia adalah proses untuk memenuhi tuntutan kebebasan jiwa, pikiran dan hati.

'Allal al-Fasi, salah seorang pakar Maqashid al-Syari'ah berkebangsaan Fes, Maroko, dengan tegas menyatakan kebebasan Islam-lah yang bisa menjadikan jiwa para budak merasa merdeka di saat tubuh mereka berada dalam genggaman kekuasaan tuan masing-masing. Kebebasan jiwa adalah faktor fundamental dalam konsep kebebasan yang diimpikan dan dijustifikasi Islam.

Dalam rangka melacak pandangan Islam terhadap kebebasan bersuara, menarik kiranya kita baca tulisan Dr. al-Raisuni yang mengungkap fakta-fakta memukau berikut ini :

Pertama, kebebasan menjadi suatu kewajiban dan ibadah.

Kata bebas, saat kita mengungkapkan atau mendengarnya akan terlintas ia berarti kebolehan serta tidak adanya larangan. Namun, arti demikian merupakan taraf terendah diantara tingkatan praktik kebebasan dalam Islam. Terbukti dalam banyak hal, kebebasan bersuara bukan hanya diperbolehkan, akan tetapi lebih dari itu ia menjadi suatu ibadah bahkan jihad. Salah satu contoh konkretnya ialah kebebasan menyuarakan amar makruf dan nahi munkar. Dalam kondisi seperti ini kebebasan bersuara tidak lagi bisa diartikan sebagaimana arti terlintas di atas, melainkan ia telah bermetamorfosis menjadi suatu kewajiban yang menuntut keharusan dilaksanakan, baik secara personal ('aini) maupun kolektif (kifa'i). Sama halnya dengan kebebasan bersuara yang bertujuan memberi nasihat yang dalam hadits Nabi saw dikatakan bahwa agama adalah nasihat.

Contoh lainnya ialah menyuarakan kebenaran di hadapan pemimpin yang berlaku aniaya. Disebutkan dalam hadits Nabi saw hal ini merupakan sebaik-baik jihad.

Kedua, Rasulullah saw mendidik para sahabat ra dengan kebebasan bersuara.

Ketika membawakan suatu hukum syari'at, tindakan Rasulullah saw tidak hanya menyampaikan, menjelaskan dan memahamkannya. Namun di samping itu pula Rasulullah saw mempraktikan sendiri dan mengawasi masyarakat Islam dalam mempraktikannya. Diantaranya saat menyampaikan hukum hak kebebasan bersuara dalam mengajukan, membela dan mengkritik suatu gagasan. Rasulullah saw tidak serta-merta menyampaikan hukum tersebut secara baku dan rigid, melainkan secara aktif memberikan bukti empiris dengan melakukan langsung dialog interaktif bersama para sahabat ra dalam berbagai persoalan, bahkan pada pendapat, gagasan dan strategi yang dimunculkan Rasulullah saw sendiri, selama tidak eksplisit disinggung oleh wahyu. Kayaknya terlalu panjang untuk menceritakan seluruh rangkaian dialog interaktif Rasulullah saw bersama para sahabat ra, baik laki-laki ataupun perempuan, yang mana di dalamnya kebebasan bersuara dan kritik mendapatkan ruang seluas-luasnya.

Sebut saja misalnya ungkapan sahabat Umar ra "demi Allah, sungguh kami pada masa jahiliah tidak hirau sesuatu apapun atas perempuan hingga akhirnya Allah menurunkan hukum spesifik bagi mereka dan memberi mereka porsi secara khusus". Ekplisit statement ini jelas mengindikasikan sikap diskriminasi dan pendiskreditan nyata terhadap kedudukan kaum perempuan, termasuk kebebasan suara mereka, pada masa jahiliah dulu yang kental dengan dominasi sistem patriarkal, memprioritaskan kaum lelaki. Dikisahkan, sahabat Umar ra sangat merasa heran setelah tahu bahwa istri Nabi saw diberi keleluasaan mengkritik terhadap tindakan dan gagasan suaminya, Rasulullah saw.

Juga dikisahkan salah seorang sahabat perempuan ra datang mengadu pada Nabi saw perihal tindakan suaminya dan Nabi saw pun langsung memutuskan persoalan yang diajukan. Sayangnya perempuan tadi belum bisa menerima sepenuhnya putusan Nabi saw, bahkan sempat keberatan dan mendebatnya, menuntut untuk dicarikan solusi yang lain. Tidak lama kemudian turunlah wahyu kepada Nabi saw, yaitu ayat al-Qur'an yang secara komprehensif menerangkan jalan keluar dan mengurai benang kusut persoalan seperti dialami sahabat perempuan ra itu. Yang menjadi poin penting di sini ialah keberanian sang sahabat ra ini untuk menyatakan keberatan dan mendebat putusan Nabi saw serta sikap lapang dada, kooperatif dan terbuka yang ditunjukkan oleh Nabi saw dalam menerima komentar dan kritik atas putusan hukum yang dikeluarkan.

Ketiga, kebebasan bersuara dalam konteks ilmiah.

Di samping memberikan kebebasan bersuara dalam konteks ilmiah, Islam juga lantang mengajak, mendukung dan memotivasi terciptanya kebebasan tersebut. Coba renungkan sebuah hadits "jika seorang hakim memutuskan hukum melalui proses ijtihad (penelitian) lalu ia benar maka ia mendapat dua pahala, namun jika ia memutuskan hukum melalui ijtihadnya lalu terjadi kesalahan maka ia mendapat satu pahala". Hadits ini menjelaskan tersedianya pahala untuk para mujtahid (peneliti) atas jerih payahnya dalam melakukan ijtihad (penelitian). Pahala ini pun tidak melulu untuk para mujtahid yang produk ijtihadnya dibenarkan, bahkan disuguhkan pula kepada para mujtahid yang mengalami kesalahan. Tampak dalam hadits ini ada semacam semangat membuka pintu ijtihad selebar-lebarnya serta menutup segala celah perasaan takut, minder dan khawatir untuk melakukan ijtihad, meski dalam kondisi yang rawan kesalahan sekali pun.

Oleh karenanya, tak heran sejak era kenabian, sahabat dan setelahnya, dinamika kehidupan masyarakat Islam ramai diwarnai beragam tradisi ijtihad, perbedaan menggema, perang argumentasi komentar dan kritik menderu, pernyataan membenarkan dan protes serta saling memaafkan antara satu dengan lainnya kian menggelinding. Hingga akhirnya tiba pada masa kelam dimana fanatisme dan stagnansi memberangus kejayaan tradisi dinamis yang telah lama menghiasi cakrawala dunia Islam.

Diantara pemandangan indah dari tradisi menghargai perbedaan ilmiah ialah sikap Imam Malik ibn Anas ra (penggagas madzhab fikih al-Maliki) di hadapan titah raja dinasti Abbasiyah Abu Jakfar al-Mansur untuk menduplikasi naskah karya agungnya, Al-Muwattha', yang kemudian akan disebarluaskan di seluruh negeri dan menjadikannya sebagai landasan unifikasi hukum formal yang harus diterapkan. Imam Malik ra tidak mengamini gagasan sang raja. Ia beralasan bahwa para sahabat nabi ra telah bertebaran ke berbagai penjuru negeri dan masing-masing memutuskan hukum sesuai ijtihadnya. Masyarakat Islam pun telah lama menerima riwayat hadits-hadits Nabi saw dan gagasan-gagasan ulama' sebelumnya yang cenderung heterogen.

Keempat, al-Khulafa' al-Rasyidun senantiasa menanamkan kebebasan bersuara.

Era al-Khulafa' al-Rasyidun adalah episode lanjutan dari era kenabian. Prinsip-prinsip ajaran Islam masih amat segar di benak orang-orang zaman ini sebagaimana dicontohkan nabi Muhammad saw secara empiris sebelumnya. Tak terkecuali prinsip kebebasan bersuara, berbeda, mengkritik bahkan menentang.

Di masa pemerintahan sahabat Abu Bakar ra dan Umar ra misalnya. Setelah resmi dilantik, kedua sahabat ra ini pada awal pidato sambutan kepemimpinan dengan lantang di hadapan publik menyatakan bahwa jikalau mereka ra lurus dalam memimpin maka dukunglah tetapi apabila membelot silahkan diluruskan. Saat menjalankan pemerintahan pun, Abu Bakar ra dan Umar ra pun senantiasa memusyawarahkan setiap kebijakan yang akan dicetuskan.

Begitu pula halnya kebebasan yang dirasakan pada masa pemerintahan sahabat Utsman ra dan Ali ra. Bahkan kebebasan bersuara pada masa ini terlampau lebih jauh dari sebelumnya. Hal ini pun berakibat munculnya berbagai konflik internal dalam tubuh umat Islam. Tampak sekali percaturan politik al-Khulafa' al-Rasyidun ra kala itu tak ubahnya sebidang lahan basah untuk tumbuh dan berkembangnya kebebasan bersuara, menyampaikan petisi, kritik dan tentangan.

Begitulah dinamika kebebasan bersuara bergulir sejak masa Nabi saw hingga era para Khalifahnya ra. Tak ada seorang pun yag dibungkam untuk bersuara. Semua gagasan bebas tersampaikan dan tak seorang pun bebas dari komentar, kritik dan protes. Juga tak ada pertentangan dan perbedaan yang terlarang. Semuanya terbuka, dan, terpenting, pastinya semua itu dilakukan dalam tuntunan moral etis, penuh sopan santun dan batasan-batasan lainnya.

Kelima, batasan (restriksi, dhawabith) syari'at terhadap kebebasan bersuara.

Kebebasan bersuara layaknya kebebasan-kebebasan lain tentu terikat oleh batasan (restriksi, dhawabith) di sekelilingnya. Karena bagaimana pun segala sesuatu, tanpa kecuali kebebasan, yang berhubungan dengan manusia tidak akan pernah ditemukan yang bersifat mutlak, absolut. Semuanya tunduk pada batas-batas tertentu yang mengitarinya. Itu pun terjadi bukan berarti hendak mengekang dan memasung adanya kebebasan, akan tetapi lebih bermaksud sebagai upaya preventif terhadap penyalahgunaan hak kebebasan itu sendiri. Maka, semakin banyak terjadi penyalahgunaan terhadap kebebasan akan kian bertambah tebal pula tembok pembatas yang melingkupi kebebasan tersebut.

Diantara batasan syari'at terhadap kebebasan bersuara ialah :

a. Bertujuan mencari dan mengikuti kebenaran

b. Menjaga kesucian agama

c. Jujur dalam bersuara dan bukan propaganda terselubung

d. Melakukan verifikasi dan klarifikasi terhadap apa yang akan disuarakan

e. Menjaga kehormatan manusia

f. Tidak ikut campur (intervensi) dalam urusan hati dan batin

Demikianlah lima catatan penting yang terangkum dalam tulisan al-Raisuni. Dari kelima poin tersebut setidaknya kita bisa menyimpulkan bahwa Islam membuka pintu selebar-lebarnya untuk kebebasan bersuara dan tidak pernah mengukuhkan satu manusia pun yang suci dari komentar dan kritik. Akan tetapi kebebasan itu tentunya terbatasi oleh ruang kebenaran, manfaat dan etika. Hanya Allah swt semata yang maha suci dan benar dengan segala titah-Nya. Wallahu a'lam. []

Editor Gambar: Mochamad Khotib

Minggu, 03 Januari 2021

Pertemuan Terbatas Jajaran Alumni Pengurus Pusat

Pertemuan pengurus pusat alumni yang dilaksanakan di Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan pada jam 10.00 wib  hari Ahad 19 Jumadal Ula 1442 H berjalan lancar dan khidmat. Dihadiri sekitar 30 orang dan 2 orang dari perwakilan pengurus pesantren. Pertemuan tersebut adalah dalam rangka pembahasan persiapan rapat koordinasi jajaran pengurus alumni pusat dengan pengurus jajaran wilayah. Beberapa poin yang dihasilkan pada pertemuan terbatas yakni pertama; Pembentukan panitia khusus Haul Pendiri Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan. Kedua; penambahan jajaran pengurus alumni pusat, dan ketiga; Pengukuhan pengurus alumni pusat, keempat Laporan keuangan, dan kelima pembahasan rancangan program kerja alumni pengurus pusat. Kelima point tersebut akan dibahas tuntas pada rapat koordinasi yang insha Allah akan dilaksanakan pada hari Rabu, 22 Jumadal Ula 1442 H/ 6 Januari 2020 M di Gedung majelis taklim Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan. Pertemuan yang sangat penting ini akan dihadiri sekitar 250 peserta yakni terdiri dari perwakilan majelis kiyai, pengurus korcam, dan kordes. (Editor: Mochamad Khotib)

Kamis, 13 Agustus 2020

Pembacaan Yasin dan Tahlil hari ke Lima Wafatnya Ibunda Syekh Muhammad Ismail Zain

 

Kamis malam Jum'ar Hari kelima Wafatnya Istri dari Syekh Isma'il Utsman Zain yakni As-Syaikhah Fatimah Ali As-Syafi'ie adalah Ibunda Syekh Muhammad Ismail Zain. Serentak seluruh Alumni Majelis Khirriji Al Haromain dari Pusat hingga ke seluruh Nusantara hingga penjuru dunia melaksanakan Sholat Ghoib hingga pelaksanaan Pembacaan Yasin dan Tahlil dari hari wafatnya hingga hari ke tujuh. Salah satunya MKH Koordinator Sampang yang dilaksanaan di Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan

Tepatnya di Desa Batorasang Kec. Tambelangan Kab. Sampang. Melaksanakan kegiatan pembacaan Yasin dan Tahlil yang dihadiri segenap alumni MKH (Majelis Khirriji Al Haromain) koordinator sampang juga seluruh keluarga besar Majelis Masyayikh Lanbulan yang turut hadir di Gedung Majelis Taklim Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan.

Ribuan santri lanbulan juga turut hadir mengikuti dengan khidmat rangkaian pembacaan yasin dan tahlil hingga selesai.



Jumat, 17 Juli 2020

200 Peserta Ikut Seminar Di LPI Barokatul Anam Birem



Tambelangan, Tim Pelangi Aksara Pondok Pesantren Al Mubarok Lanbulan tadi melaksanakan kegiatan seminar di LPI Barokatul Anam Desa Birem Kecamatan Tambelangan Kabupaten Sampang, 17/07/20. Kegiatan ini mengangkat tema Seminar Buku Ngaji Haid bersama Pelangi Aksara. Yang dihadiri sekitar 200 peserta lebih dari kalangan kaum perempuan dari tingkat remaja hingga dewasa, jamaah muslimat, siswi bahkan hadir juga kalangan bapak bapak.
Kegiatan semacam ini sangat penting dan harus disebar luaskan mengingat pembahasan tentang Haid. 


Karena zaman sekarang khususnya para perempuan remaja saat ini lebih mengutamakan hal hal yang milenial saat ini. Padahal masalah haid itu termasuk hal yang wajib diketahui oleh semua kaum hawa khususnya yang sudah menginjak umur remaja dan tentunya akan menghadapinya. Kata Ustad Utsman Yunus, S.Pd.I saat diwawancarai via Whatsapp.
Adapun kegiatan ini dibagi menjadi 3 kegiatan yakni Jalsah 1, 2 dan jalsah 3.
Antusias peserta sangat nampak terbukti dengan banyaknya peserta yang hadir dan mengikuti semua rangkaian kegiatan dari awal hingga selesai. Jajaran pengurus LPI Barokatul Anam sempat kaget dengan kehadiran para peserta yang mulanya diprediksi sekitar 50 orang yang akan hadir tapi nyatanya 2 kali lipat yang hadir. Ini sebuah ucapan terima kasih atas kehadiran para peserta. Tutur ustad Utsman. Dalam akhir acara tim Pelangi Aksara yang mewakili memberikan penghargaan kepada KH. Ali Mansyur selaku pengasuh LPI Barokatul Anam yang telah menghadakan kegiatan ini dengan baik dan lancar.



Kamis, 02 Mei 2019

Program Karantina Bagi Santri Tingkat Tsanawiyah di Lanbulan









kelas 1 Mts Madrasah Diniyah Miftahul Ulum Pondok Pesantren al Mubarok Tambelangan Sampang mulai kemarin mulai melakukan registrasi kepada Pengurus Karantina. 135 santri kembali di pesantren terhitung mulai kemarin Rabu 01/05/19. salah satu program baru labulan yakni melakukan pendidikan dan pendalaman beberapa kegiatan bagi peserta. kegiatan ini sudah terjadwal ada beberapa kegiatan yang wajib di ikuti semua santri kelas 1 Tsanawiyah Diniyah. kata pengurus karantina.
saat dikonfirmasi via Whatsapp bahwa kegiatan ini bertujuan sebagai tambahan dalam penguatan berbagai ilmu yang akan di dalami selama bulan ramadhan. semoga para santri dapat banyak manfaat dalam kegiatan karantina ini.

Jumat, 01 Februari 2019

Panitia Dauroh II Mengadakan Rapat Kordinasi Dengan Segenap Alumni





panitia Dauroh ilmiah mengadakan rapat kordinasi dengan para alumni pada Jumat malam 1 Februari 2019 yang dilaksanakan di pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan. hadir pada acara ini segenap keluarga besar masayikh juga kurang lebih 100 alumni hadir dalam pertemuan ini dan dibuka oleh perwakilan majelis kiyai. rapat kordinasi antara panitia dan para alumni adalah yang pertama dalam persiapan awal untuk pelaksanaan Dauroh Ilmiah II tahun 2019.
dauroh pertama dua tahun yang lalu kuota peserta sebanyak 500 orang. untuk tahun ini dalam dauroh II kuota peserta akan naik yakni 700 peserta. tutur sekretaris dauroh saat dihubungi lewat pesan Whatsapp.
pelaksanaan Dauroh II insha Allah akan dilksanakan pada awal bulan Sya'ban 1440 Hijriyah. kata panitia saat diwawancara diselala acara rapat kordinasi. akan tetapi untuk tanggal info yang kami dapat yakni 2, 3 dan 4 syaban. namun panitia masih menunggu info detail dari pihak pengurus pusat al khidmah surabaya."tanggal tersebut 90 persen tidak akan berubah" kata ust zahri.
panitia telah membuka pendaftaran secara resmi terhitung mulai acara rapat ditutup pada tanggal 25 rojab 1440 hijriyah bagi laki laki dan perempuan.

Kamis, 31 Januari 2019

Wisuda Amtsilati ke 13 berjalan lancar


Untuk kesekian kalinya di pondok pesantren al-mubarok lanbulan telah terlaksana, wisuda amtsilati yang ke 13 kalinya. Alhamdulillah Acara wisuda yang di mulai pada jam 09: 30 dan selesai pada jam 01:30  berjalan dengan lancar, baik wisuda di pondok putra ataupun dipondok putri. Selain itu para wali santri juga ikut mengabadikan momen penting terutama yang putra dan putri yang diwisuda. mengabadikannya dengan kamera Hp seadanya. Dan yang momen paling menarik, yaitu saat para wisuda beriringan dari daerahnya menuju majlis ta'lim. Dengan diiringi hadrah dan juga kibaran bendera merah putih, para wisuda berjalan dengan gagah mengenakan toga. Selain itu yang mulia Kh. Ahmad Barizi MF juga hadir menyampaikan ceramah tentang kewajiban orang tua, dalam pentingnya mendidik seorang anak dalam mencari ilmu, sebagaimana,hal itu merupakan tanggung jawab dan kewajiban orang tua. Mudah-mudahan dengan terlaksananya wisuda Amtsilati bisa menciptakan kader santri yang berbakat dalam membaca kitab kuning.


Kamis, 17 Januari 2019

Siswa Ma Al Mubarok Hadiri Peresmian Double Track di Pendopo Sampang


 Siswa Ma Al Mubarok Hadiri Peresmian Double Track di Pendopo Sampang


peserta MA al Mubarok dengan di dampingi oleh kepala sekolah dan trainer menghadiri acara peresmian Pelaksanaan SMA/MA Double Track di Pendopo Bupati Sampang kamis 17/01/19. dihadiri seluruh sekolah MA dan SMA se jawa timur khususnya sekolah yang mengikuti program DT yang di gagas oleh Dinas Propinsi jawa timur bekerjasama dengan ITS Surabaya. program ini adalah bertujuan agar siswa yang memiliki keterampilan dapat dikembangkan agar lebih optimal kelak dapat siswa kedepan mempunyai skil yang dapat menjawab zaman era pasar global yang  tambah tahun bertambah komplit. sekolah dalam pesantren banyak santri yang memiliki bakat maka harus didorong dengan program ini. sebuah aset pesantren kedepan agar mereka dapat membantu pesantren dalam menjawab perkembangan zaman.


MA al Mubarok al hamdulillah termasuk peserta double track. al mubarok memilih 2 keterampilan yakni keterampilan multimedia videografi dan keterampilan tata boga khusus siswi putri. semoga dengan program ini Siswa MA al mubarok dapat menjadi santri yang profesional dan beraklakul karimah.

Selasa, 15 Januari 2019

Ma al Mubarok Raih Dua Tropy Tingkat Kabupaten Sampang



selasa 15 Januari 2019 alhamdulillah siswa dua kami MA al Mubarok Tambelangan telah menerima penghargaan dalam lomba Tahfid meraih juara 3 atas nama mulyadi tingkat dan juara 2 puisi diraih oleh Muhammad Fahmi Ali, semuanya adalah lomba tingkat Madrasah Aliyah se kabupaten sampang. kata kepala MA al Mubarok saat mendampingi siswanya untuk menerima tropy yang dikemas dalam kegitan Resepsi Hari Amal Bakti yang diselenggarakan oleh kementerian agama kabupaten sampang.
kita harus tingkatkan lagi untuk tahun tahun yang akan datang ini adalah satu pintu untuk memberikan motivasi bagi siswa siswa terutama MA al Mubarok agar lebih dapat menjadi siswa yang berprestasi.
harapan kepala madrasah aliyah al Mubarok kedepan kita harus lebih baik dan berusaha untuk membanggakan sekolah.


Senin, 24 Desember 2018

Kunjungan Tim ITS Surabaya ke MA al Mubarok




Tim dari ITS (Institut Teknologi Sepuluh Nopember Surabaya) melakukan kunjungan ke Madrasah Aliyah al Mubarok tadi senin 24 Desember 2018. Tim ITS disambut oleh Kepala MA Nurcholis didampingi oleh operator dan pengurus MA. Mereka mengadakan monitoring ke sekolah dalam rangka melihat perkembangan program yang dibuat oleh ITS dan Dinas Pendidikan Propinsi Jawa timur yang telah dilaksanakan oleh sekolah selama kurang lebih 1 bulan. berbagai keterampilan yang telah ditercantum dalam program Double Track ini.  Dalam hal ini MA al Mubarok memilih keterampilan Videografi dan Tata boga. Alhamdulillah program ini dapat berjalan lancar kata kepala MA Saat di tanya oleh tim ITS. bahkan dari program ini 20 siswa MA sudah mulai belajar membuat film pendek ala pesantren, saat ini masih proses kata mochamad khotib selaku operator program ini.
Double track ini adalah program baru hasil kerja sama Dinas Pendidikan Propinsi Jawa timur dengan ITS Surabaya yakni dalam rangka mempersiapkan siswa agat dapat memiliki keterampilan sesuai kebutuhan era serba teknologi. Oleh karen itu jika program Double track untuk tahun 2018 berhasil maka kemungkinan akan berlanjut pada tahun 2019. Kata angga dari tim ITS.

Kamis, 20 Desember 2018

KBMK buka toko buku karya santri Lanbulan


Toko Buku ilmiah milik KBMK resmi dibuka kamis 19 Desember 2018 di Pondok Pesantren Al-Mubarok Lanbulan. Hadir dua kiyai muda yang hadir dalam pembukaan toko buku ini dan didampingi oleh pihak majal dan pengurus kbmk. Dengan dibuka toko buku ilmiah yang di prakarsai oleh kbmk sebuah harapan baru untuk meningkatkan rasa keinginan para santri untuk dapat berkarya juga menjawab berbagai problematika zaman yang notabene serba kompleks. Lanbulan sebenarnya sudah memiliki 2 toko (bertepatan di Complek G dan Lafal luar) yang kedua-duanya hanya memfasilitasi kitab kitab referessi dan kitab pelajaran madrasah diniyah. dan  Selain itu, ada pula Perpustakaan Al-Mubarok yang bekerja melayani santri yang hobynya membaca buku (kutu buku.)

Harapannya semoga dengan adanya toko buku ini dapat membawa pola pikir santri yang saat ini di tuntut untuk menghadapi era millenial, oleh kareba itu alasan KBMK segera melakukan tindakan untuk membuka toko buku yang terletak di samping Kantor SMPI Miftahul Ulum, disana terdapat beberapa buku fiksi dan non fiksi,  sejarah, beberapa karya pesantren dan buku-buku terbitan Menara Al-Mubarok. Acara pembukaan toko buku ini diawali dengan pemotongan pita, Toko Buku itu sudah resmi di buka, dilanjutkan pula dengan pembacaan Sholawat Jailani yang di pimpin oleh KH. Muhammad Kurdi beserta sedikit pencerah sekelumit tentang pentingnya Toko Buku dan pembentukan duta pembaca di pesantren Lanbulan.

Beliaupun berpesan kepada seluruh dewan "Meskipun dengan tempat sederhana seperti ini, saya mengharap agar di pesantren kita bisa menjadi duta-duta pembaca, dan bisa membuka semua wawasan dan pengetahuan santri untuk kedepannya"

Maka untuk masa yang akan datang, semoga Toko Buku KBMK (Konferensi Bahtsul Masa'il Kubro) dapat berkembang mengiringi zaman, dan adanya Perpustakaan Al-Mubarok dapat membawa pola pikir santri menjadi semakin berwibawa dan memiliki pengetahuan yang bisa mengimbangi sekolah formal lainnya. Amin...

Senin, 17 Desember 2018

Peresmian Kantor Lanbulan online


Kemarin ahad tangal 8 R. Tsani 1440 Hijriyah bertepatan 17 Desember 2018, lanbulan online resmi memiliki kantor. Dan sekaligus diresmikan oleh KH. Muhammad kurdi yang didampingi oleh KH. Fathulloh kurdi juga KH. Nawawi selaku wakil Pimpinan juga turut hadir   segenap pengurus harian lanbulan online hadir untuk mengikuti kegiatan peresmian kantor lanbulan online di Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan Desa Batorasang Kec. Tambelangan Kab. Sampang. Setelah pemotongan pita dilanjutkan dengan pembacaan doa.


Lanbulab online adalah situs resmi milik pesantren diresmikan pada tahun 2015. Tujuan dengan adanya wesite ini adalah untuk memberikan berbagai informasi tentang pesantren lanbulan kepada para alumni dan simpatisan dengan harapan sebagai informasi yang akurat. Semoga lanbulan online dapat menyuguhkan informasi yang bermanfaat bagi seluruh alumni di dalam negeri maupun diluar negeri.

Rabu, 31 Oktober 2018

Pelatihan Multimedia Bersama Pakar dari ITS Surabaya

Surabaya, 31/10/18

Kementerian Pendidikan Propinsi Jawa Timur mengadakan kegiatan yang dikemas dengan tema SMA Double Track Pelatihan Multimedia  khusus bagi guru dan operator sekolah tingkat SMA se jawa timur. Yang dilaksanakan di Hotel New Grand Park Surabaya selama 3 hari 30-1 November 2018.
Dalam hal ini Madrasah Aliyah al Mubarok salah satu sekolah yang mendapatkan undangan 2 orang dari pihak diknas  jatim. Yakni Nurholis selaku kepala MA al mubarok dan mochamad khotib sebagai pelatih multimedia.
Kegiatan ini langsung dibimbing oleh para tutor langsung dari para dosen dosen dari Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya. Tujuan Kegiatan ini juga dimaksud guru dapat menyalurkan bakatnya kepada siswanya agar para siswa dapat memiliki kemampuan dibidang multimedia (Fotografi - Videografi - Desain Grafis) ketiga komponen ini bisa sebagai bekal siswa untuk dapatnya dikembangkan sebagai kemampuan tambahan kelak nantinya siswa bisa mengembangkannya setelah lulus dari sekolahnya.
Kegiatan ini adalah proyek yang diusulkan dari para pakar ITS Surabaya ke bapak gubernur Jawa Timur.
Kegiatan ini ada program unggulan dan pertama kali di indonesia khususnya di propinsi jawa timur.

Rabu, 24 Oktober 2018

Peletakan Batu Pertama Oleh Majelis Masyayikh

Lanbulan, 24/10/2018

Pengasuh dan didampingi oleh jajaran majelis Masyayikh Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan melakukan kegiatan Peletakan batu pertama untuk pembangunan Gedung Majelis Ta'lim Putri pada Rabu 24 Oktober 2018 bertepatan pada tanggal 15 Soffar 1440. Berlokasi di sebelah timur Pesantren putri.
Alasan pembangunan Gedung majelis ta'lim putri adalah karena kondisi gedung majelis ta'lim yang lama sudah tidak memungkinkan untuk dipergunakan lagi dan tidak layak. Sekaligus akan ada rencana perluasan asrama putri untuk menambah jumlah kamar santri putri Sebab jumlah santri putri setiap tahun bertambah signifikan.
Dari sumber yang kami dapat pembangunan majelis ta'lim ini sangat penting. Karena keberadaan gedung ini adalah sebagai tempat berbagai acara acara pesantren putri, kata ust. Mushonif (ketua majal). Semoga proses pembangunannya lancar dan tidak ada hambatan.
(Red. Khotib)



Senin, 15 Oktober 2018

KEMENTERIAN ESDM RI LAKUKAN SURVEI DI LANBULAN

Lanbulan online, 15 Oktober 2018

Sebanyak 6 org tim survei dari Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia Jakarta melakukan survei lapangan di Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan Batorasang Tambelangan Sampang pada ahad 14 Oktober 2018 kemarin. Mereka melakukan studi kelayakan tentang recana merealisasikan program biogas dan PLTS di Pondok Pesantren. Pada saat melakukan cek lokasi keenam tim tersebut didampingi oleh perwakilan pengurus pondok pesantren yakni ust. Mushonif selaku ketua majal dan mochamad khotib pembantu umum. Tim mulai bekerja jam 08.00 wib dan selesai 12.00 wib. Hasil dari studi kelayakan akan kami berikan informasi selanjutnya dari jakarta kata pak dedi (ketua tim).
Ini adalah tindak lanjut dari hasil pertemuan pesantren dengan tim kementeriam energi yang dilaksanakan di Hotel Tunjungan Surabaya pada hari rabu yang lalu 10 oktober 2018. Pondok Pesantren ini salah satu dari 5 Pesantren di kabupaten sampang yang mendapatkan bantuan program biogas dan PLTS dari Kementerian ESDM RI.

Selasa, 31 Juli 2018

Pengurus Multimedia Lanbulan lakukan kunjungan ke Nurul Jadid Paiton


Lanbulan online
Pengurus bidang Multimedia Pondok Pesantren al mubarok lanbulan. melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur pada hari jumat lalu selama 2 hari tanggal 27-28 Juli 2018.
Dimana ini adalah bertujuan untuk mengali lebih dalam tentang teknologi yang telah di miliki oleh nurul jadid. Pengurus media sangat berterima kasih atas kunjungan para pengurus media dari Pondok pesantren al Mubarok lanbulan. "Dalam 2 hari penuh pihak media nurul jadid telah membina dan membimbing kami dengan baik bahkan seluruh peralatan yang dimilikinya diterangkan dan dijelaskan secara detail dari cari pemakaiannya dan fungsi sekaligus perawatannya" kata ketua majal.
Semoga ilmu yang kita dapat dari studi banding ini dapat segera direalisasikan di pondok pesantren lanbulan. Dan segera merapatkan barisan membentuk dan merancang program kerja untuk mencapai apa yang diinginkan lanbulan kedepan.

Beberapa media yang akan dikembangkan di pondok pesantren al mubarok lanbulan adalah media video streming dan radio streming. Dan untuk dapat mewujudkan itu pengurus bidang multimedia harus mempersiapkan anggaran sebesar Rp. 200 juta. Bagi team multimedia itu anggaran yang sangat besar. Tapi dengan niat yang kuat maka usaha usaha untuk mewujudkan itu sudah mulai direncanakan untuk terwujudnya perangkat media itu.: Pengurus bidang Multimedia Pondok Pesantren al mubarok lanbulan. melakukan kunjungan di Pondok Pesantren Nurul Jadid Paiton Probolinggo Jawa Timur pada hari jumat lalu selama 2 hari tanggal 27-28 Juli 2018.
Dimana ini adalah bertujuan untuk mengali lebih dalam tentang teknologi yang telah di miliki oleh nurul jadid. Pengurus media sangat berterima kasih atas kunjungan para pengurus media dari Pondok pesantren al Mubarok lanbulan. "Dalam 2 hari penuh pihak media nurul jadid telah membina dan membimbing kami dengan baik bahkan seluruh peralatan yang dimilikinya diterangkan dan dijelaskan secara detail dari cari pemakaiannya dan fungsi sekaligus perawatannya" kata ketua majal.
Semoga ilmu yang kita dapat dari studi banding ini dapat segera direalisasikan di pondok pesantren lanbulan. Dan segera merapatkan barisan membentuk dan merancang program kerja untuk mencapai apa yang diinginkan lanbulan kedepan.
Beberapa media yang akan dikembangkan di pondok pesantren al mubarok lanbulan adalah media video streming dan radio streming. Dan untuk dapat mewujudkan itu pengurus bidang multimedia harus mempersiapkan anggaran sebesar Rp. 200 juta. Bagi team multimedia itu anggaran yang sangat besar. Tapi dengan niat yang kuat maka usaha usaha untuk mewujudkan itu sudah mulai direncanakan untuk terwujudnya perangkat media itu.


Sabtu, 30 Juni 2018

Pendaftaran Santri Baru 1439/1440 H


Senin, 18 Juni 2018

ISTIJABA GELAR HALAL BIHALAL KE 11


Lanbulan online, 18/06/2018
Torjun Sampang

Ikatan Santri Torjun Jrengik Blega (Istijaba) salah satu sebuah organisasi dibawah naungan Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan ini telah keseikian kalinya telah mengadakan kegiatan rutin yang digelar setiap tahun. Alhamdulillah tahun 2018 tadi pagi senin 18 Juni 2018 bertepatan 04 syawal 1439 H. ini berjalan lancar bahkan meriah terlihat dengan banyaknya para santri aktif yang hadir bahkan para senior yang masih aktif. Terlihat juga hadir para alumni lanbulan yang ikut serta memeriahkan acara yang bertajuk Halal bihalal ke 11 kalinya yang dirangcang oleh panitia Istijaba. Kegiatan ini ditempatkan pada lokasi berbedah tiap tahunnya agar lebih melahirkan ukhuwah islamiyah antar santri aktif, alumni juga simpatisan. Untuk tahun ini dilaksanakan di kediaman salah satu santri aktif sekaligus anggota istijaba di kediaman ust. Ahmad Jufri di kampung Brigeh Desa Tanah Merah Kec. Torjun Kabupaten Sampang Madura.
Bukti kesemangatan dan persatuan yang sinergi adalah banyaknya para anggota, santri, alumni dab simpatisan menghadiri dan mengikuti semua rangkaian acara hingga selesai. Dan acaranya alhamdulillah bisa dihadiri oleh Majelis Kiyai Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan.


Kamis, 12 April 2018

229 Siswa MA AL MUBAROK mengikuti UNBK 2018





Pelaksanaan Ujian Nasional Berbasis Komputer (UNBK) jenjang SLTA tahun ajaran 2017/2018 di Madrasah Aliyah Al-Mubarok hari kedua berjalan lancar. 229 siswa dengan rincian 210 siswa dan 209 siswi alhamdulillah hadir semua. UNBK ini adalah perdana bagi ma al mubarok yang tahun tahun sebelumnya dilaksanakan dengan metode lama yakni kertas pensil. Untuk tahun ini UNBK di ma al mubarok menjadi 2 sesi. Kendal kendala yang terjadi dilapangan adalah ketidakstabilan jaringan internet. Sebab jaringan adalah faktor vital dari UNBK ini. Untuk hari kedua dan selanjutnya hingga hari kamis semoga UNBK berjalan lancar tanpa ada gangguan. Semoga 229 peserta bisa lulus dan mendapatkan predikat memuaskan.
Ada beberapa unit yang bermasalah tapi alhamdulillah dapat ditangani dengan sigap ujar kepala sekolah (Nurholis, S.Pd.i).

Minggu, 25 Maret 2018

Kegiatan Rutin Islakal Ke 74 berjalan lancar

 MEMPAWAH, kegiatan rutin alumni Pondok pesantren al Mubarok lanbulan khusus wilayah Kalimantan Barat yang diselenggarakan oleh Ikatan Santri Lanbulan Kalimantan Barat (ISLAKAL) ahad 8 Rojab 1439 Hijriyah bertepatan 25 maret 2018 berjalan lancar.
Kegiatan rutin ini dilaksanakan di kediaman ust. Syamsuddin di Jalan R. Kusno gang lurah 1 RT 004 RW 14 kelurahan terusan kecamatan mempawah hilir kab. Mempawah. Alhamdulillah dihadiri kurang lebih 500 orang. Ujar Ust. Abd. Mannan selaku Sekretaris ISLAKAL.
Dalam acara ini para kyai dan tokoh
setempat banyak hadir khususnya para sesepuh alumni sangat antusias dalam
Mengikuti acara hingga selesai. Semoga kegiatan selanjutnya dapat
lebih meriah dan lebih semangat

Rabu, 28 Februari 2018

Kader muda NU sowan ke Mustasyar NU Tambelangan

Tambelangan: Rabu, 28/02/2018
para kader-kader muda NU Kecamatan Tambelangan sowan ke kediaman KH. Ach. Ghozali selaku Mustasyar MWC NU Tambelangan. Beberapa perwakilan dari berbagai perangkat kader muda NU yakni PAC. GP Ansor, Sekretaris LBM-NU Kab. Sampang, IPNU dan juga Pengurus LP Ma'arif Tambelangan sekaligus para alumnus PKP-NU Tambelangan.
Tujuan sowan para kader NU adalah sial melaksanakan dan mewujudkan hubungan antar bangsa yang adil, damai dan juga bertekat untuk mengembangkan ukhuwah islamiyah, ukhuwah Wathoniyah dan ukhuwah Insaniyah yang mengemban kepentingan nasional dan internasional dengan berpegang teguh pada prinsip-prinsip al-ikhlash (ketulusan), al-‘adalah (keadilan), at-tawassuth (moderasi), at-tawazun (keseimbangan) dan at-tasamuh (toleransi), dengan tetap menjunjung tinggi semangat yang melatar belakangi berdirinya dan prinsip-prinsip yang ada dalam Qanun Asasi. Red. Mochamad khotib

Selasa, 27 Desember 2016

Pertemuan Akbar ISLAKAL Ke 70 Berjalan Lancar


Lanbulan online

 
 


Tepat hari ahad 25 Desember 2016 Ikatan Alumni Santri Lanbulan Kalimatan Barat (ISLAKAL)  mengadakan acara Pertemuan akbar antar alumni Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan. Kurang lebih 500 orang yang menghadiri dalam acara tersebut. Zona 3 menjadi pusat kegiatan kemarin, dari zona 1 hingga zona 8 mereka menghadiri acara akbar yang diadakan di wilayah zona 3.
Acara pertemuan tersebut adalah kegiatan ke 70 kalinya. Antusias dan kekompakan para alumni dan simpatisan ISLAKAL salah satu bukti yang nyata menjadikan ISLAKAL  dapat menjadikan kekuatan besar bagi Pesantren. Kehadiran mereka dalam setiap acara yang dilaksanakan oleh ISLAKAL sangat membuat para alumni lebih semangat. Berbagai macam acara yang dilaksanakan pada hari ahad kemarin termasuk ada kegiatan Bahtsul masa’il yang membahas berbagai masalah bidang agama.
Acara yang dilaksanakan di kediaman Ust. Muhammad tepatnya di Gang Ikhlas Pontianak kalbar berjalan lancar. Harapan pengurus ISLAKAL semoga para alumni selalu mendukung program program yang akan direncanakan kedepan oleh ISLAKAL demi mewujudkan Visi dan Misi ISLAKAL sendiri.

Sumber:
Junaidi (Parit Banjar Mempawah Timur kalimatan Barat)
(Guru Tugas Aktif PP. al-Mubarok Lanbulan)

Editor: Mochamad Khotib

Senin, 12 September 2016

Pelaksanaan Sholat Id di Lanbulan

Lanbulan online
Sampang, 12/09/2016

Seluruh santri putra maupun putri berduyung duyung memadati Masjid Darur Rohman yang berada di Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan. Mereka memadati halaman masjid dalam rangka untuk melaksanakan sholat Idul Adha. Sedangkan yang menjadi Imam dan Khotib KH. Ahmad Barizi MF yakni pengasuh Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan.
Dalam kutbahnya beliau menerangkan tentang tingginya ketakwaan Nabi Ibrahim AS kepada Allah SWT. Bukti ketakwaan Nabi Ibrahim kepada-Nya yakni Nabi diperintahkan oleh Allah untuk menyembelih putranya yaitu Nabi Ismail AS.
Beliau juga mengajak seluruh santri untuk lebih dekat lagi kepada Allah SWT. Bahkan tingkat kesabaran dan ketakwaan Nabi Ibrahim As sangat sulit ditiru oleh manusia lainnya.
Setelah pelaksanaan idul adha seluruh santri melanjutkan dengan membaca tahlil bersama.

Minggu, 11 September 2016

Ribuan santri meriahkan malam idul adha dengan takbir

Lanbulan online
Sampang, 11 September 2016
Red. Mochamad khotib


Malam idul adha adalah malam yang sangat istimewa bagi seluruh santri di Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan.
Ribuan santri mengikuti kegiatan lomba takbir keliling yang dilaksanakan oleh pengurus. Antusias para santri sangat nampak sekali saat mereka ikut memeriahkan kegiatan itu yang menjadi agenda tiap tahun menjelang hari raya idul adha.
Setiap tahun kegiatan ini sangat meriah sekali. Sebab ini adalah acara paling favorit bagi santri pondok pesantren al mubarok lanbulan yang berada di desa batorasang kecamatan tambelangan kabupaten sampang.
Menurut panitia ini dari sekian banyak lomba ini adalah lomba yang paling di tunggu tunggu para santri. Sebab lomba ini adalah lomba yang membutuhkan kekreatifan para santri dalam bertakbir dengan diiiringi beduk dan alat lainnya untuk menciptakan kesesuaian irama juga melahirkan suara yang merdu.
Lomba ini diikuti oleh seluruh santri antar daerah.

Selasa, 26 Juli 2016

Tahun 2016 Lanbulan melepas 109 Guru Tugas

Lanbulan 26/072016

Tepat hari selasa 26/07/2016 Pondok Pesantren al-Mubarok Lanbulan akan melepas 109 Guru Tugasnya ke beberapa Madrasah Diniyah dan Pondok Pesantren. Para ustad (Guru Tugas) akan melaksanakan tugasnya selama 1 tahun yang dimulai bulan syawwal hingga sya'ban.
Ini adalah salah satu program pokok tahunan yang dilaksanakan Pondok Pesantren al-Mubarok lanbulan yang berada di desa batorasang kecamatan Tambelangan kabupaten sampang yang ditugaskan kepada santri yang setelah dinyatakan lulus pada pendidikan tingkat Tsanawiyah Diniyah. Tujuan program ini adalah bagaimana para santri selama melaksanakan tugasnya di lembaga lain dapat dan bisa mendidik para generasi muda islam manusia yang berakhlaqul karimah dan cerdas sekaligus dapat menjawab perkembangan zaman saat ini.
Tugas mereka juga membantu para pengasuh pengasuh madrasah atau pondok pesantren untuk meningkatkan kwalitas pendidikan pada lembaganya.
Hasil dari 109 dan santri yang akan dilepas oleh Lanbulan kelak dapat memiliki mental yang kuat dan melahirkan generasi selanjutnya yang lebih baik.
Program ini sudah berjalan 30 tahun lebih hingga sekarang. Untuk tahun ini beberapa madrsah dan pondok pesantren sangat membutuhkan sosok guru tugas dari lanbulan. Sebab mereka sudah tidak ragu lagi. Ini terbukti puluhan lembaga pendidikan islam telah mendaftar untuk mendapatkan guru tugas dari Pondok Pesantren al Mubarok Lanbulan.
Kami mendapatkan sumber data dari Ketua Penanggung Jawab Guru Tugas  Ustadz Ahmadi Muhammad bahwa 109 Guru Tugas ini akan tersebar di penjuru wilayah madura, Jawa Timur, Pontianak, Banjarmasin, Pangkal Pinang   dan Banten.
Semoga mereka akan melaksanakan tugasnya dengan baik dan dapat menyebarkan islam lebih luas ke penjuru nusantara.

Red. Khotib